HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN AKIBAT HOSPITALISASI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI BANGSAL L RSUP DR.SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN TAHUN 2007 Oleh : Erni Murniasih dan Andhika Rahmawati1

ABSTRACT

Background: Healthy and sick is circumstance of bio psycho social which is one of human

life. Physical condition and psychical is one of union which have interaction one another and

inseparable. Family is an important element to child treatment especially when child has

trouble in its health. Family support will be given the impact of child growth especially

psychological impact of child. The Child treatment in hospital is full of stress because

environment of itself. At the child of pre-school dread has the biggest experienced treatment

in hospital. Based on the matter the researcher do the research mean to know the relation

between family support with the dread level of effect hospitalization to child in pre-school

age.

Methods: This Research use non experimental research with the device of correlation

research by cross sectional approach. Sample which is used 30 responders by using data

collecting technique with the primary data is questioner form of family support and also direct

questioner observation dread of child pre-school age. To complete the primary data of child

pre-school is used sekunder data obtained from medical record, energy paramedic and also

family.

Result: Statistic Test used in this research is correlation of spearman rho with the result of

the correlation (r) is – 0,650 with the significant level 0, 01 meaning that there is relation

between family supports with level of dread of effect hospitalization to child pre-school age in

RSUP Dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten. The more support excelsior given, the more light to

progressively level.

Keyword: Family Support, Dread level of Hospitalization effect, Child in pre-school age.

1 Staf pengajar STIKES Surya Global Yogyakarta

Alumnus Ilmu Keperawatan STIKES Surya Global Yogyakarta

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Keluarga merupakan unsur penting dalam perawatan, khususnya

perawatan pada anak. Oleh karena anak merupakan bagian dari keluarga,

maka perawat harus mampu mengenal keluarga sebagai tempat tinggal atau

konstanta tetap dalam kehidupan anak (Wong, Perry and Hockenberry,

2002). Sebagai perawat, dalam memberikan pelayanan keperawatan, harus

mampu memfasilitasi keluarga dalam berbagai bentuk pelayanan kesehatan

baik berupa pemberian tindakan keperawatan langsung, maupun pendidikan

kesehatan bagi anak. Selain itu, perawat harus memperhatikan kehidupan

sosial, budaya, dan ekonomi keluarga yang dapat menentukan pola

kehidupan anak selanjutnya. Faktor-faktor tersebut sangat menentukan

perkembangan anak dalam kehidupan (Alimul, 2005).

Kehidupan anak juga sangat ditentukan keberadaannya bentuk

dukungan dari keluarga, hal ini dapat terlihat bila dukungan keluarga yang

sangat baik maka pertumbuhan dan perkembangan anak relatif stabil, tetapi

apabila dukungan keluarga anak kurang baik, maka anak akan mengalami

hambatan pada dirinya yang dapat mengganggu psikologis anak (Alimul,

2005).

Populasi anak yang dirawat di rumah sakit menurut Wong (2001),

mengalami peningkatan yang sangat dramatis. Persentase anak yang dirawat

di rumah sakit saat ini mengalami masalah yang lebih serius dan kompleks

dibandingkan kejadian hospitalisasi pada tahun-tahun sebelumnya. Mc Cherty

dan Kozak mengatakan hampir empat juta anak dalam satu tahun mengalami

hospitalisasi (Lawrence J. cit Hikmawati, 2000). Rata-rata anak mendapat

perawatan selama enam hari. Selain membutuhkan perawatan yang spesial

dibanding pasien lain, anak sakit juga mempunyai keistimewaan dan

karakteristik tersendiri karena anak-anak bukanlah miniatur dari orang

dewasa atau dewasa kecil. Dan waktu yang dibutuhkan untuk merawat

penderita anak-anak 20-45% lebih banyak daripada waktu untuk merawat

orang dewasa (Speirs, cit Hikmawati 2000).

Menurut Supartini (2004) perawatan anak di rumah sakit merupakan

pengalaman yang penuh dengan stress, baik bagi anak maupun orang tua.

Lingkungan rumah sakit itu sendiri merupakan penyebab stress dan

kecemasan pada anak. Pada anak yang dirawat di rumah sakit akan muncul

tantangan-tantangan yang harus dihadapinya seperti mengatasi suatu

perpisahan, penyesuaian dengan lingkungan yang asing baginya,

penyesuaian dengan banyak orang yang mengurusinya, dan kerapkali harus

berhubungan dan bergaul dengan anak-anak yang sakit serta pengalaman

mengikuti terapi yang menyakitkan.

Pada anak usia pra sekolah, kecemasan yang paling besar dialami

adalah ketika pertama kali mereka masuk sekolah dan kondisi sakit yang

dialami anak. Apabila anak mengalami kecemasan tinggi saat dirawat di

rumah sakit maka besar sekali kemungkinan anak akan mengalami disfungsi

perkembangan. Anak akan mengalami gangguan, seperti gangguan somatik,

emosional dan psikomotor (Nelson cit Isranil Laili.2006). Reaksi terhadap

penyakit atau masalah diri yang dialami anak pra sekolah seperti perpisahan,

tidak mengenal lingkungan atau lingkungan yang asing, hilangnya kasih

sayang, body image maka akan bereaksi seperti regresi yaitu hilangnya

kontrol, displacement, agresi (menyangkal), menarik diri, tingkah laku protes,

serta lebih peka dan pasif seperti menolak makan dan lain-lain (Alimul, 2005).

Berdasarkan penelusuran literatur dan hasil studi pendahuluan yang

dilakukan peneliti pada tanggal 1 Februari 2007 di RSUP Dr.Soeradji

Tirtonegoro Klaten, Jawa Tengah melalui observasi dan wawancara dengan 8

orang tua dan anak usia prasekolah didapatkan hasil bahwa untuk dukungan

keluarga terdapat 3 orang tua yang tidak ikut serta secara aktif dalam

perawatan anak, yaitu anak ditunggui secara bergantian oleh keluarga dan

tidak secara langsung oleh orang tua. Dan untuk tingkat kecemasan terdapat

5 anak usia prasekolah yang menolak dirawat di rumah sakit dan juga

menolak tindakan yang dilakukan oleh petugas kesehatan rumah sakit,

dikarenakan kecemasan yang dialaminya saat pertama kali rawat inap di

rumah sakit. Berdasarkan latar belakang tersebut, perlu diteliti tentang

hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi

pada anak usia pra sekolah di bangsal “ L” RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro

Klaten dengan perumusan masalahnya adalah: ”Apakah ada hubungan

antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi

pada anak usia pra sekolah di bangsal “L” RSUP Dr.Soeradji Tirtonegoro ?”.

Tujuan Penelitian

Tujuan umum penelitian ini adalah diketahuinya hubungan antara

dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak

usia pra sekolah di bangsal perawatan anak “ L” RSUP Dr.Soeradji

Tirtonegoro Klaten. Sedangkan tujuan khususnya adalah : Pertama,

diketahuinya tingkat dukungan keluarga yang diberikan orangtua selama

proses hospitalisasi anak di RSUP Dr.Soeradji Tirtonegoro. Kedua,

diketahuinya tingkat kecemasan anak usia pra sekolah yang sedang dirawat

di bangsal perawatan anak “L” RSUP Dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten.

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan

menggunakan pendekatan cross sectional, yaitu jenis penelitian yang

menekankan pada waktu pengukuran atau observasi data variabel bebas dan

variabel terikatnya hanya satu kali pada satu saat (Nursalam, 2003).

Populasi dan Sampel

Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien anak usia pra

sekolah (2,5-5 tahun) dan keluarganya yang dirawat di bangsal “L” RSUP

Dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten, Jawa Tengah. Setelah dihitung rata-rata

populasi anak usia pra sekolah setiap bulan dari bulan Januari sampai

dengan Maret 2007 didapatkan hasil 40 pasien.

Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive

sampling, yaitu suatu teknik penetapan sampel dengan cara memilih sampel

diantara populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti (tujuan/masalah

dalam penelitian) (Nursalam, 2003). Dalam penelitian ini, subyek penelitian

dibatasi dengan kriteria inklusi sebagai berikut : Pertama, anak yang berusia

2,5-5 tahun yang sedang menjalani perawatan minimal 1×24 jam dan

maksimal 3×24 jam dan ayah atau ibunya. Kedua, anak yang berumur 2,5-5

tahun baik laki-laki atau perempuan dan ayah atau ibunya. Ketiga,

hospitalisasi tersebut adalah yang pertama kali pada anak. Keempat, ayah

atau ibu yang dapat membaca dan menulis. Kelima, ayah atau ibu yang

dapat berkomunikasi dengan baik. Keenam, bersedia menjadi responden.

Sedangkan Kriteria eksklusinya adalah : Pertama, anak yang menderita

penyakit kronis dan penyakit terminal yang beberapa kali dirawat di rumah

sakit dan ayah atau ibu. Kedua, anak yang sedang dirawat di ICU/ICCU dan

ayah atau ibu. Ketiga, anak yang menderita retardasi mental dan ayah atau

ibu. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30

responden sesuai dengan jumlah minimal sampel yang diperbolehkan

menurut Nursalam (2003),

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di bangsal perawatan anak “L” RSUP

Dr.Soeradji Tirtonegoro, Klaten. Waktu penelitian ini dimulai bulan April

sampai Mei 2007.

Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini

adalah: Pertama, dukungan Keluarga. Pertanyaan didasarkan pada teori

Friedman (1998) yang disusun dalam 18 butir pertanyaan. Menurut Nursalam

(2003) skala pengukuran dukungan keluarga yang digunakan adalah dengan

skala likert yaitu Selalu (skor 4), Sering (skor 3), Kadang-kadang (skor 2),

Tidak pernah (skor 1). Skor yang dihasilkan yaitu antara 18-72 akan

dikategorikan menurut Arikunto (2000) bahwa rentang skor kategori dibagi

tiga sama besar sehingga diperoleh skor kategori sebagai berikut: Dukungan

keluarga baik: 55-72, dukungan keluarga cukup: 37-54, dukungan keluarga

kurang : 18-36. Kedua, skala kecemasan. Alat ukur untuk skala kecemasan

ini menggunakan Tes T-MAS (Taylor’s Manifest Anxiety Scale) akibat

hospitalisasi pada anak. T-Mas merupakan alat yang digunakan untuk

mengukur tingkat kecemasan melalui observasi yang disusun oleh Janet

Taylor (cit Mulyani, 2004). Menurut Kaplant dan Sadock’s (2002),

pengukuran skala kecemasan secara umum pada anak adalah modifikasi

pengukuran kecemasan pada orang dewasa disesuaikan dengan kondisi

anak. Alat ini berisi 24 butir pertanyaan observasi tingkat kecemasan pada

anak usia pra sekolah dengan jawaban ya (skor 1) dan tidak (skor 0). Dari 24

butir pertanyaan tersebut skor yang diperoleh adalah antara 0-24. Skor yang

diperoleh kemudian dikategorikan menurut Arikunto (2000) dalam kategori

sebagai berikut : Cemas berat17-24, cemas sedang 9-16, cemas ringan 1-8,

dan tidak cemas 0. Keuntungan memakai T-MAS yaitu waktu pemeriksaan

yang relatif cepat, dan penilaian dilakukan oleh responden sendiri, karena

hanya responden sendiri yang tahu keadaan sebenarnya. Makin tinggi skor

yang diperoleh, maka makin tinggi pula tingkat kecemasannya

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk variabel dukungan

keluarga adalah dengan menggunakan jenis data primer yaitu kuesioner yang

dijawab langsung oleh responden (Sugiyono, 2006). Untuk variabel tingkat

kecemasan pengumpulan datanya menggunakan data primer kuesioner dan

observasi langsung kepada responden serta menggunakan data sekunder

untuk melengkapi data primer yang diperoleh dari rekam medis dan dari

tenaga paramedis sebagai sumber informan serta keluarga pasien.

Pengolahan dan Analisis Data

Sebelum analisis data dilakukan : Pertama, editing atau pembersihan

data. Data yang telah dikumpulkan dalam daftar pertanyaan atau kuesioner

perlu dibaca sekali lagi dan diperbaiki, jika terdapat hal-hal yang salah atau

meragukan untuk memperbaiki kualitas data. Hal-hal yang perlu diperhatikan

dalam editing yaitu kelengkapan data, kesempurnaan data, kejelasan data

untuk dibaca, kekonsistenan data untuk dibaca, keseragaman data dan

kesesuaian data. Kedua, koding. Tahap perhitungan skor diawali dengan

memberi kode data berupa jawaban ”selalu, sering, kadang-kadang, tidak

pernah” untuk kuesioner dukungan keluarga dan “ya” atau “tidak” untuk

kuesioner tingkat kecemasan untuk memudahkan analisa. Skor Dukungan

keluarga dan tingkat kecemasan dilakukan dengan menjumlahkan angkaangka

yang merupakan jawaban dari pertanyaan dalam kuesioner. Ketiga,

tabulating. Tahap tabulasi yang dilakukan yaitu memasukkan data ke dalam

tabel-tabel, dan mengatur angka-angka sehingga dapat dihitung jumlah kasus

dalam berbagai kategori. Setelah data terkumpul dalam tabel, dilaksanakan

pengolahan dengan menghitung skor yang tertinggi dan skor terendah untuk

menentukan distribusi frekuensi.

Analisis data dilakukan untuk mengetahui hubungan antar variabel

dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak

digunakan uji statistik yaitu korelasi spearman rho yang digunakan untuk

menghitung hubungan antar variabel bila datanya berbentuk ordinal (Sugiono,

2003). Dengan menggunakan tingkat kesalahan 1% dan tingkat kepercayaan

99% maka akan diketahui koefisien korelasi spearman rho berdasarkan besar

sampel.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Karakteristik Responden

Berdasarkan distribusi karakteristik keluarga responden di RSUP

Dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten tahun 2007 menunjukkan bahwa responden

keluarga paling banyak adalah responden dengan usia 25-34 tahun (43,33%)

yaitu sebanyak 13 orang responden, dengan jenis kelamin terbanyak adalah

perempuan yaitu sebanyak 18 orang (60%). Jumlah anak terbanyak adalah

responden keluarga dengan jumlah anak sebanyak 1-2 anak yaitu sebanyak

19 orang (53,33%), sedangkan berdasarkan tingkat pendidikan yang

terbanyak adalah SMA sebanyak 14 orang (46,66%). Berdasarkan pekerjaan

kepala keluarga yang terbesar adalah sebagai buruh yaitu sebanyak 17 orang

(56,66%) (tabel 1). Karakteristik responden anak usia prasekolah pada

penelitian di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten menunjukkan bahwa

responden anak usia pra sekolah antara jenis kelamin laki-laki dan jenis

kelamin perempuan mempunyai frekuensi yang sama yaitu 15 anak laki-laki

(50%) dan 15 anak perempuan (50%) (tabel 2). Berdasarkan hasil penelitian

yang dilakukan diperoleh hasil bahwa dukungan keluarga yang diberikan

kepada anak usia prasekolah yang sedang menjalani perawatan di RSUP

Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten sebagian besar termasuk dalam kategori baik

yaitu sebanyak 26 orang (86,66%) (Tabel 3). Sedangkan tingkat kecemasan

anak usia prasekolah yang sedang menjalani perawatan di Bangsal L RSUP

Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten termasuk dalam kategori cemas sedang, yaitu

sebanyak 17 responden anak (56,66%) (Tabel 4). Berdasarkan perhitungan

korelasi antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan akibat

hospitalisasi pada anak usia prasekolah sebagai variabel terikat diperoleh

nilai r = – 0,650 dengan nilai signifikan sebesar 0,01 dengan r tabel 0,478

(Sugiono, 2006).(Tabel 5). Tabulasi hasil penelitian ditampilkan dalam tabel 1

sampai dengan tabel 5 berikut ini :

Tabel 1. Distribusi Karakteristik Keluarga Responden di RSUP Dr.Soeradji

Tirtonegoro Klaten

No Karakteristik Frekuensi Persentase (%)

Usia :

a. < 25 tahun

b. 25 – 34 tahun

c. 35 – 44 tahun

d. > 45 tahun

4

13

10

3

13,33 %

43,33 %

33,33 %

10 %

Jumlah 30 100 %

2 Jenis Kelamin

a.Laki-laki

b. Perempuan

12

18

40 %

60 %

Jumlah 30 100 %

3 Jumlah anak:

1 – 2

3 – 4

> 4

19

11

0

53,33 %

36,66 %

0 %

Jumlah 30 100 %

4 Tingkat pendidikan:

SD

SMP

SMA

PT

4

12

14

0

13,33 %

40,00 %

46,66 %

0 %

Jumlah 30 100 %

5 Pekerjaan:

Buruh

Wiraswasta

Karyawan Swasta

Petani

Lain-lain (Ibu Rumah Tangga)

17

4117

56,66 %

13,13 %

3,33 %

3,33 %

23,33 %

Jumlah 30 100 %

Sumber : data primer tahun 2007

Tabel 2. Distribusi Karakteristik Anak Usia Prasekolah berdasarkan Jenis

Kelamin di RSUP Dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten

Karakteristik anak Frekuensi Persentase (%)

Jenis kelamin:

Laki-laki

Perempuan

15

15

50,0

50,0

Jumlah 30 100

Sumber : data primer tahun 2007

Tabel 3. Distribusi Dukungan Keluarga di Bangsal L RSUP Dr. Soeradji

Tirtonegoro Klaten

Dukungan Keluarga Frekuensi Persentase (%)

Baik

Cukup

Kurang

26

40

86,66

13,33

0

Jumlah 30 100

Sumber: Data Primer tahun 2007

Tabel 4. Distribusi Tingkat Kecemasan akibat Hospitalisasi pada Anak

Usia Prasekolah yang menjalani perawatan di Bangsal L

RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Tingkat Kecemasan akibat

Hospitalisasi

Frekuensi Persentase (%)

Berat

Sedang

Ringan

Tidak Cemas

4

17

81

13,33

56,66

26,66

3,33

Jumlah 30 100

Sumber: Data Primer tahun 2007

Tabel 5. Korelasi Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan akibat

Hospitalisasi pada anak usia Prasekolah di Bangsal L RSUP Dr.

Soeradji Tirtonegoro Klaten tahun 2007

Variabel Bebas Variabel Terikat Korelasi (r) Nilai

Signifikan

Dukungan

Keluarga

Tingkat Kecemasan akibat

hospitalisasi pada

anak usia prasekolah

– 0,650 0,01

Pembahasan

Dukungan Keluarga

Hasil pengukuran yang dilakukan terhadap responden keluarga di

Bangsal L RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten seperti yang ditunjukkan

pada Tabel 3 yaitu 26 orang memberikan dukungan keluarga yang baik

(86,66%), 4 orang memberikan dukungan keluarga cukup (13,33%) dan tidak

ada responden keluarga yang memberikan dukungan keluarga yang kurang.

Hal ini berarti bahwa di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten terdapat

dukungan keluarga dengan kategori baik yaitu anak-anak selama menjalani

perawatan di rumah sakit sebagian besar mendapatkan dukungan dari

keluarganya. Hal ini juga berkaitan dengan masih kentalnya hubungan

kekerabatan dalam sebuah keluarga di lingkungan tersebut. Dari data

tersebut bahwa dukungan keluarga terhadap satu anak dengan anak yang

lain berbeda, sesuai dengan teori Friedman (1998) yang menyatakan bahwa

dukungan keluarga yang diberikan kepada pasien dipengaruhi oleh beberapa

faktor, diantaranya adalah ukuran keluarga, usia ibu dan sosial ekonomi

keluarga (pendapatan, pekerjaan, dan pendidikan).

Orang tua didorong untuk tetap tinggal dengan anak-anak yang masih

muda selama mungkin sehingga perilaku perpisahan diminimalkan.

Kesediaan orang tua untuk tinggal bergantung kepada keterlibatan mereka

dengan anak-anak di rumah, situasi kerja mereka, dan tingkat rasa nyaman

mereka dengan rumah sakit, serta jumlah dukungan yang mereka terima dari

anggota keluarga lain dan teman dalam memenuhi kebutuhan anggota

keluarga lainnya (Perry, Potter, 2005)

Tingkat Kecemasan akibat Hospitalisasi pada Anak Usia Prasekolah

Penelitian tentang tingkat kecemasan ini diukur di RSUP Dr. Soeradji

Tirtonegotro Klaten, dengan jumlah responden sebanyak 30 anak usia

prasekolah dengan hasil seperti yang ditunjukkan pada tabel 4 yaitu

penelitian ini dikategorikan dalam tingkat kecemasan sedang yaitu dengan

jawaban sebanyak 17 responden (56,66%), tingkat kecemasan ringan

sebanyak 8 responden (26,66%), tingkat kecemasan berat sebanyak 4 orang

(13,33%), tidak cemas sebanyak 1 orang (3,33%). Dari hasil penelitian dapat

disimpulkan bahwa tingkat kecemasan yang dialami anak usia presekolah

selama menjalani perawatan di rumah sakit termasuk dalam kategori cemas

sedang. Wong (2001) menyatakan bahwa hospitalisasi pada anak seringkali

menyebabkan munculnya stressor-stressor yang dapat mengganggu

perkembangan anak. Kemampuan koping anak tersebut dipengaruhi oleh

beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut menurut Wong adalah tingkat

perkembangan umur, pengalaman sakit sebelumnya, perpisahan atau

hospitalisasi, terdapatnya support system atau dukungan dari lingkungan

sekitar, keahlian koping alami ataupun yang di dapat dan keseriusan

diagnosa penyakit.

Menurut Carson anak-anak akan bereaksi terhadap stressor-stressor

yang ditimbulkan oleh karena hospitalisasi baik pada saat masuk untuk

pertama kali, selama proses hospitalisasi, dan nantinya setelah keluar dari

rumah sakit. Namun demikian gambaran anak pada saat sebelum

hospitalisasi mengenai keadaan sakitnya lebih penting daripada usia maupun

kematangan intelektualnya dalam mempengaruhi tingkat penyesuaian diri

anak selama hospitalisasi (Wong, 2001).

Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan akibat

Hospitalisasi pada Anak Usia Prasekolah

Berdasarkan Tabel 5, hasil korelasi antara dukungan keluarga

dengan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah

dengan menggunakan uji korelasi Spearman Rho didapatkan hasil nilai r = –

0,650 dengan nilai signifikan sebesar 0,01. Menurut Sugiono (2006) dari hasil

tersebut mempunyai arti bahwa terdapat korelasi antara dukungan keluarga

dengan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi. Koefisien korelasi (r)

memberikan hasil negatif, hal ini berarti bahwa adanya hubungan terbalik

antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi

pada anak usia prasekolah yang menunjukkan semakin tinggi dukungan

keluarga yang diberikan semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami

oleh anak usia prasekolah akibat hospitalisasi. Sehingga hipotesis penelitian

ini diterima yaitu ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat

kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah. Nilai korelasi (r)

sebanyak 0,650 menunjukkan bahwa korelasi antara dukungan keluarga

dengan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah

mempunyai nilai tinggi/kuat (Sugiono, 2006).

Dukungan keluarga merupakan salah satu faktor yang dapat

membantu anak dalam mengkoping stressor. Menurut Wills cit Friedman

(1998) yang menyatakan bahwa dukungan keluarga dapat menimbulkan efek

penyangga yaitu dukungan keluarga menahan efek-efek negatif dari stress

terhadap kesehatan dan efek utama yaitu dukungan keluarga yang secara

langsung mempengaruhi peningkatan kesehatan. Dukungan orang tua yang

tinggi juga akan meningkatkan harga diri, kemampuan kontrol diri dan

kemampuan instrumental anak. Sehingga dengan peningkatan kemampuan

tersebut diharapkan akan meningkatkan kemampuan koping anak dalam

menghadapi berbagai stressor yang dihadapinya saat hospitalisasi. Dengan

kemampuan koping tersebut maka tingkat kecemasan anak yang dialaminya

ketika hospitalisasi dapat diminimalisir.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan tentang hubungan antara

dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi dapat

disimpulkan bahwa : Pertama, dukungan keluarga yang diberikan kepada

anak usia prasekolah yang sedang menjalani perawatan di Bangsal L RSUP

Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten adalah sebagian besar termasuk dalam

kategori dukungan keluarga baik. Kedua, tingkat kecemasan akibat

hospitalisasi yang dialami anak usia prasekolah yang sedang menjani

perawatan di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten adalah termasuk dalam

kategori cemas sedang. Ketiga, ada hubungan antara dukungan keluarga

dengan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah di

Bangsal L RSUP Dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten.

DAFTAR PUSTAKA

Alimul H, A. Aziz, 2005, Pengantar Ilmu Keperawatan Anak Edisi 1, Salemba

Medika, Jakarta.

Arikunto, S., 2002, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Rineka

Cipta, Jakarta.

Friedman, M.M, 1998, Keperawatan Keluarga Teori dan Praktek, EGC,

Jakarta.

Hikmawati, U., 2000, Pengaruh Terapi Bermain terhadap Kecemasan Anak

Usia Pra Sekolah Selama Perawatan Pada Anak Usia Pra Sekolah di

IRNA II Bangsal Perawatan Anak RSUP Dr.Sardjito, Yogyakarta,

Skripsi, FK UGM, Yogyakarta.

Isranil L, E., 2006, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecemasan Pada Anak

Sekolah Yang di Rawat di Instalasi Kesehatan Anak (INSKA) RSUP

Dr.Sardjito Yogyakarta, Skripsi, FK UGM, Yogyakarta.

Kaplan, G.W., Sadock, B.J., 1997, Sinopsis Psikiatri (Alih Bahasa). Edisi VII.

Binarupa Aksara, Jakarta.

Notosoedirjo, M. dan Latipun, 2001, Kesehatan Mental : Konsep dan

Penerapan, Edisi ke 3, Universitas Muhammadiyah Malang, Malang.

Nursalam, 2003, Konsep dan Penerapan Metodologi Ilmu Keperawatan :

Pedoman Skripsi, Tesis, Salemba Medika, Jakarta.

Potter dan Perry, 2005, Fundamental Keperawatan Volume 1 Edisi 4, EGC,

Jakarta.

Stuart dan Sundeen, 1998, Keperawatan Jiwa. EGC, Jakarta.

Sugiyono, 2006, Statistika untuk Penelitian, Alfabeta, Bandung.

Supartini, Y., 2004, Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak, EGC,

Jakarta.

Wong and Whaley’s, 2001, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja,

Remaja Rosdakarya, B

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s